Tuesday, January 12, 2016

Ngengat

via merdeka.com


Akhir-akhir ini di kamarku sering kemasukan ngengat. Tidak hanya satu, kadang belasang. Mereka merayap di dinding dan berkejar-kejarkan dengan cicak-cicak. Sebagian lagi terbang mengitari lampu neon yang cahayanya tidak terlalu terang. Di sebelah lampu itu terdapat sarang laba-laba yang cukup besar. Laba-labanya bukan tarantula – hanya laba-laba berukuran botol air mineral yang siap melilt dan melahap ngengat.

Kalian tahu ngengat? Serangga serupa kupu-kupu yang sayapnya tidap pernah mingkup. Warnanya coklat dan mereka terlihat buruk rupa. Jika hinggap di pintu yang bercat coklat mereka tidak akan kelihatan. Apalagi jika mereka hanya mencok di di pohon-pohon yang kambiunnya sudah melingkar banyak.

Aku tidak tahu mengapa ngengat-ngengat itu masuk ke dalam kamarku. Jumlah mereka banyak. Di luar pun, kutemui mereka berkeliaran dengan wajah buruk rupa. Akhir-akhir ini kupu-kupu juga banyak berterbangan. Aku curiga, di suatu tempat, ada sarang ulat yang begitu banyak. Mereka berlipat ganda – bermetamorfosis – menjadi pupa – mengeretak ; kemudian perlahan terbang.

Seekor ngengat terbang, kemudian jatuh ke lantai. Aku melihat ada beberapa ekor tengah merayap di atap kamar. Mereka mengitari lampu neon. Mencari kehangatan. Ada seekor ngengat yang terperangkap di dalam jaring-jaring itu. Ia terdiam. Sayapnya tidap mengepak. Dia kelihatan bodoh. Salah sendiri kenapa masuk kamarku.

Esok hari, kujumpai; ketika bangun dari tidur – kujumpai banyak ngengat berjatuhan di lantai. Tubuhnya sudah tidak sempurna. Mereka semakin terlihat buruk rupa. Badannya tercacah, sayapnya tersayat. Tetapi aku tak peduli, mereka harus disapu bersih! Salah siapa? Salah siapa masuk ke kamarku!?

No comments:

Post a Comment