Monday, October 3, 2016

Kasak-Kusuk


Aku tidak pernah merasa pernah menjalani kehidupan dengan mudah. Aku tidak pernah mengatakan bahwa hidupku selalu berjalan mulus. Namun, aku mensyukuri semuanya. Bagiku, semua perjalanan dan tiap tantangan yang aku hadapi adalah anugerah. Sayangnya, orang-orang melihatku tidak demikian. Beberapa teman mengatakan bahwa aku telah mendapatkan kehidupan yang nyaman. Aku terlihat mampu mendapatkan apapun. Nilai-nilaiku bagus. Kuliahku lancar. Aku mendapatkan pekerjaan sambilan yang cukup menyenangkan sekaligus melelahkan. Sayangnya, tetap ada saja sembilu. Tak perlu menaruh cemburu.



Ada banyak hal yang aku lalui dengan getir. Orang-orang saja yang tidak tahu. Sedari kecil, melatih diri bermental baja dan berkata pada siapapun bahwa aku baik-baik saja. Setiap saat, selalu belajar hal baru agar lebih pandai menyembunyikan sesuatu. Kalau boleh dibilang, hidup ini rasanya semua. Jika seseorang mengatakan bahwa hidupku lengkap. Aku belum bisa mengatakan begitu. Aku butuh teman bicara – yang kepadanyalah – tanpa ragu, suka dan duka akan terus kubagi. Tanpa aku harus merasa malu. Tanpa aku harus merasa hina.

Namun pun hingga kini yang kudapati selalu orang-orang yang meragu. Sampai kapan kisah sendu ini akan kusimpan sendiri, aku pun tak pernah tahu. Selagi Tuhan masih setia mendengarkan seluruh sajak keluh-kesah, bukankah aku tak perlu lagi mencari teman bicara

No comments:

Post a Comment