[Cerpen] Takjil Setengah Enam
Takjil Setengah Enam via kompasiana Lagi-lagi aku dan Jack mencari makanan gratisan di Masjid. Padahal sudah jelas, selama puasa sampai hari ke sembilan, aku dan dia tidak menunaikannya. Malas rasanya, buat apa capek-capek menahan lapar dan dahaga. Aku sudah bosan mendengarkan ceramah para Ustadz. Aku sudah tak peduli dengan amanat Tuhan yang satu itu. Ah, tidak cuma satu saja, tapi juga amanat yang lain, sudah kulupakan. Bahkan yang bukan amanatnya dan bahkan yang dilarang malah aku laksanakan dengan sukacita. Lagipula, apakah Dia memang ada? Kalau ada, mengapa Dia selalu bersembunyi? Tak pernah sekali pun menunjukkan rupa dan wujudnya. Aku tidak ingin menjadi orang-orang bodoh di luar sana yang mengagungkan-agungkan sesuatu yang tidak jelas keberadaannya di mana. Jika pun aku mengakui keberadaan-Nya, bagiku, dan bagi Jack pula, Dia-lah sumber semua kekacauan di muka bumi ini. Seperti biasa, aku dan Jack memakai baju koko yang agak panjang dengan sebuah peci putih. Tak...