Cerita tentang Perempuan
Buku ini menyadarkan aku bahwa sampai saat ini aku tidak pernah bebas sebagai manusia yang utuh. Buku ini mengajarkan aku betapa aku terlalu dungu dalam situasi dan lingkungan yang terus mengatur serta mendoktrin pikiranku. Buku ini telah memperlihatkan padaku – bahwa sesungguhnya seorang manusia, khususnya perempuan sejatinya memiliki pikiran yang bebas dan bebas dari doktrin pemikiran mana pun – termasuk laki-laki. Intinya, buku ini berhasil membukakan sebuah semesta yang gelap padaku, yang pada hakikatnya tanpa batas dan tidak berujung. Buku ini berhasil membuatku terperangah dan sekali lagi menyadarkan aku bahwa aku mampu mentitah diriku sendiri dengan telunjukku sendiri tanpa aturan mega ketat dari laki-laki. * Pandangan Dangkal Mengenai Seks dan Perempuan “Perempuan adalah persoalan bekas,” Selesai membaca buku karangan Nawaal El Saadawi berjudul Perempuan dalam Budaya Patriarki, aku menyimpulkan demikian. Itu bukanlah sebuah simpulan yang rig...