Posts

Showing posts with the label Perempuan

Sebab, Aku (Bukan) Seorang Perempuan

Image
“Aku lupa bahwa aku perempuan” – itu Suad, tokoh utama dalam novel “Aku Lupa Bahwa aku Perempuan” garapan Ihsan Abdul Quddus – seorang novelis sekaligus jurnalis Mesir. Dalam novel itu, diceritakanlah seorang perempuan pernama Suad yang memiliki ambisi besar terhadap karier politik dan pendidikannya. Ambisi yang terlampau besar itu membuatnya melupakan kodrat bahwa dirinya adalah perempuan. Ia lebih suka diperlakukan sebagai seorang politikus atau cendekiawan – diibandingkan diperlakukan sebagai seorang perempuan. Dan ia pun – telah melupakan bahwa ia adalah seorang perempuan. Berkebalikan dengan apa yang dialami oleh Suad, orang-orang di sekelilingkulah yang lupa bahwa aku perempuan. “Mereka lupa bahwa aku perempuan” – begitulah yang terus menjeri-jerit di hatiku. Aku heran, mengapa orang-orang (pria) di sekitarku tidak dapat melihatku sebagai seorang perempuan. Hanya karena aku suka mempelajari tentang feminisme – mereka lantas menganggap bahwa aku adalah seorang perempuan...

Mereka yang Berkunjung ke Posyandu (Sendirian)

Image
Entah kebetulan atau memang sedang dijadwal, perempuan-perempuan yang tengah mengandung datang bersamaan ke puskesmas – tepatnya di posyandu. Mereka –yang datang sendiri atau bersama pasangan terlihat duduk di deretan kursi panjang menunggu antrian. Tiga orang perempuan yang tengah mengandung dengan perut membesar duduk di sebelah seorang perempuan paruh baya yang terbatuk-batu. Dua di sisi kanannya, seorang lagi – yang masih terlihat sangat muda duduk di sebelah kirinya. “Datang sendiri Mbak? Suaminya di mana?” tanya perempuan paruh baya itu pada perempuan yang duduk tetap di sebelah kanannya. Perempuan itu tersenyum sekilas kemudian menunjuk seorang pria yang tengah menggendong seorang anak laki-laki berusia dua tahun. “Sedang mengantarkan anak saya membeli camilan,” katanya. “Wah bagus!” perempuan paruh baya itu berseru. “Seorang suami yang baik memang harus menemani istrinya periksa kehamilan. Saya selalu tidak tega lho, Mbak kalau lihat perempuan hamil jalan sendirian.”...

Menggugah Empati Masyarakat kepada Korban Kekerasan

“Sebagai Kota Budaya, Yogyakarta seharusnya bisa lebih santun memperlakukan perempuan,” ujar Budi Wahyuni, Minggu (10/05). Ketua PKBI itu melontarkan pernyataan sikapnya dalam acara Malam Solidaritas di Titik Kilometer Nol Yogyakarta.  Acara bertajuk “ Tribute to Our Sisters ” tersebut adalah satu dari serangkaian aksi dalam gerakan Jogja Ilang Rasa. Gerakan itu adalah bentuk kritik atas menurunnya sikap solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya korban kekerasan seksual dalam sepekan terakhir. “Dua kasus kekerasan seksual yang menimpa SA dan EM sangat memprihatinkan. Padahal, Yogyakarta seharusnya berhati nyaman untuk perempuan,” ujar Chandra, perwakilan Jaringan Perlindungan Perempuan Rumah Tangga (JPPRT). Menanggapi kasus kekerasan pada perempuan, Alissa Wahid dalam orasinya mengatakan bahwa perempuan memang rentan menerima penindasan.  Hal tersebut dikarenakan mereka dianggap lemah dan tidak memiliki hak. “Perempuan, bahkan di ruang yang sangat privat semakin...

Perempuan (Tidak) Boleh Laundry

Image
Memangnya, binimu nanti itu mau kamu jadikan babumu? ;) Jadi kamu pengen punya bini cuma buat nyuciin bajumu?  Kalau kayak gitu, mending kamu kerja, cari duit yang banyak, terus sewa pembantu. :) via anak blog-anakkos.blospot.com “Wong wedok kok laundry ki lho! (Perempuan kok laundry!)” seru salah seorang temanku sembari mengeluarkan sebuah nota laundry dari dalam dompetku. Waktu itu – dia memang tengah usil sekaligus kurang kerjaan dengan membongkar pasang isi dompetku. Temuannya – berupa nota laundry, membuatnya menanggapi seperti itu. “Aku sik wong lanang we ngumbahi dewe, (Aku yang laki-laki saja mencuci baju sendiri),” ia menanggapi lagi. “Capek nyuci. Cucian lagi banyak. Mending sebagian dilaundry,” balasku sekenanya. “Wong wedok ki kudune ngumbahi dewe, Lam, (Perempuan harusnya mencuci sendiri, Lam)” “Lho, emang kenapa sih kalau perempuan laundry? Salah? Terus kenapa kalau laki-laki mencuci sendiri? Hebat?” “Nggak istriable, Lam!” seru teman laki-lakiku yang l...

Perempuan (Tidak) Kritis

“Aku ditilang polisi, nih! Tahu enggak gara-gara apa? Aku lupa nyalain lampu utama,” ujarku malam itu di depan perpustakaan UGM. Temanku yang mendengar keluhan itu hanya bisa tertawa menanggapinya. “Kena berapa? Limapuluhribu?” “Yah, begitulah. Tadinya aku matiin lampu waktu manasin motor. Biar hemat. Soalnya bensin udah limit sedangkan aku mau pergi jauh. Temenku ada yang lebih parah dulu. Kalau kasusku kan emang aku yang salah. Temenku yang satu ini ditipu polisi. Jadi, di STNK, kan, ada dua tanggal. Tanggal pembuatan sama tanggal habis berlaku. Temanku ini ditilang berdasarkan tanggal pembuatan. Kena duaratus ribu. Kasihan ya?” “Hahaha. Pasti temanmu cewek ya?” “Kok kamu bisa langsung bilang kalau itu cewek?” “Ya biasanya cewek kan enggak kritis. Enggak bisa mikir jauh.” “Ngawur. Temenku yang ditipu polisi itu cowok!” *** Semalaman, setelah mengobrol random dengan salah satu kawan lama di SMA, aku jadi mikir – emang iya ya perempuan itu enggak kritis? Emang iya y...

Perempuan (Tidak) Bersalah

Image
Hari ini Hari Perempuan Internasional ( Women’s International Day ), tapi saya mendapatkan sebentuk ‘pelecehan’ dari segerombolan pria siang tadi di kedai jus. Saya masih enggak mengerti sama jalan pikiran laki-laki yang suka sekali menggoda perempuan yang tengah duduk, berjalan, atau melakukan apapun. Sebenarnya, mengapa sih mereka melakukan hal-hal seperti itu. Apa mereka tidak tahu kalau perempuan (seperti saya) itu risih diperlakukan seperti itu? Ada yang bilang kalau godaan-godaan, siulan-siulan, serta kalimat-kalimat tak senonoh keluar dari mulut pria disebabkan oleh perempuan itu sendiri. Mungkin, perempuan itu memakai pakaian yang super mini sehingga sebagian permukaan kulitnya terlihat jelas. Mungkin, perempuan itu bermain mata dengan ‘nakal’ atau memang perempuan itu yang ‘mengundan’ para pria itu untuk menggoda. Saya kepengin bilang kalau semua ‘kemungkinan-kemungkinan’ itu semu, mitos semata – mereka semua salah. SALAH BESAR. Mitos yang diciptakan untuk melestari...

[Review Fiksi] Cinta (Bukan) Sekadar Waktu Luang

Image
Judul                                            : Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan Penulis                                         : Ihsan Abdul Quddus Penerjemah                                : Syahid Widi Nugroho Penerbit                                      : Alvabet, Jakarta Tahun Terbit                              : Cetakan I, 2012 Jumlah Halaman                        : 228 ISBN                       ...

FILM: Eksistensi dan Peran Perempuan terhadap Kemajuan Dunia Perfilman Indonesia (1)

Image
                            Nan T. Achnas                    Film sebagai salah satu bagian dari media massa tentunya memiliki fungsi dalam memberikan pesan kepada penontonnya. Sampai saat ini, film-film yang beredar tentunya memuat ide dan gagasan dari pembuatnya. Ada beberapa faktor yang dapat dikategorikan untuk menentukan tujuan dibuatnya film tersebut. Dalam hal ini, kita dapat menyebutnya sebagai perspektif.                 Seorang sutradara tentunya tidak begitu saja meninggalkan perspektif atau cara berpikirnya akan suatu hal dalam pembuatan sebuah film. Bahkan, beberapa sutradara memiliki idealisme bahwa film yang ia buat adalah representasi dari ide dan gagasan yang ia sampaikan. Dalam hal ini, kita dapat melihat bahwa pesan dari sebuah film baik eksplisit maupun implisi...