Posts

Showing posts with the label Film

[Review Film] Breakfast with Scot: Realitas "Penyimpangan" yang Berpadu Jadi Satu

Image
Judul : Breakfast with Scot Sutradara : Laurie Lynd Produser : Paul Brown, Howard Rosenman, Nadine Schiff Penulis : Sean Reycraft dan Michael Downing (Novelis) Pemain : Thomas Cavanagh, Ben Shenkman, Noah Bernett Sinematografi        : David A. Makin Durasi : 95 menit Tahun Rilis           : 2007 Film ini penuh dengan realitas dan mengajarkan kepada saya tentang ketulusan menerima dan menyayangi. Jujur saja, film bertema homoseksual ini menyodorkan sesuatu yang baru (walaupun bukan film baru) dan lain daripada film bertema sama yang biasanya hanya menghadirkan sisi “roman picisan” saja. Film ini juga penuh roman picisan sih kalau boleh saya bilang. Cinta antara manusia – sesama manusia. Sesederhana itu. Bagaimana kemudian para tokoh-tokohnya menerima sesamanya dengan baik dan mencintainya dengan tu...

[Review] Semua Orang Bicara tentang Tuhan di Planet Ini

Image
Lingkungan sosial akan mempengaruhi manusia dalam berperilaku dan berpikir. Hal ini dikarenakan seseorang sebagai komunikan sekaligus komunikator akan menerima dan memproses pesan-pesan yang berada di sekitarnya (lingkungan sosial). Pesan-pesan ini dapat ia terima melalui interaksi sosial secara langsung maupun tidak langsung. Ada banyak faktor sosial yang dapat mempengaruhi perilaku, khususnya pada psikologi. Faktor sosial tersebut bisa berupa bentuk kultural, bentuk interaksi, bentuk moral yang digunakan, maupun kepercayaan sistem sosial pada komunitas tertentu. Sepertinya halnya dalam film PK (baca: Pekay), seseorang mulai mengadaptasi sistem kultural setempat agar dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Sebutlah orang itu Pekay, yang notabene adalah “alien” di bumi dan mengaku sebagai astronot. Ia tak bernama. Baru di bumi, orang-orang memanggilnya pekay (mabuk). Pekay adalah manusia yang hidup di planet lain dengan peradaban dan kultur yang berbeda jauh dari bumi. Di bu...

Film Indie, Pemberontakan, dan 'Anti Kemapanan'

Image
    "Karya-karya yang konon teralienasi, tidak diminati. Sebab, kabarnya bukan karya yang mapan. Namun, karya-karya itulah yang memberikan warna baru tentang ketulusan, bukan sekadar melampaui target profit semata," --aku yang mengaku-aku. Salah satu hal yang perlu digarisbawahi dalam membedakan antara film arus utama (mainstream) dengan film independen (sidestream) adalah idealismenya. Film mainstream adalah film yang dibuat untuk kepentingan komersial dan profit. Sedangkan film independen dibuat sebagai wadah gagasan dan ide para pembuatnya. Pada konteks pembuatnya, kita perlu menilik siapa penggerak film independen. Penggerak perfilman independen biasanya digawangi oleh kaum ada. Dalam hal ini kita perlu memahami bahwa film independen adalah film yang memiliki ideologi. Kaum muda adalah mereka yang masih bertahan dalam struktur idealisme. Mereka memiliki konsep mereka sendiri dan tidak ingin masuk pada arus yang begitu-begitu saja. Sifat naluriah kaum muda yang pemberonta...

FILM: Eksistensi dan Peran Perempuan terhadap Kemajuan Dunia Perfilman Indonesia (1)

Image
                            Nan T. Achnas                    Film sebagai salah satu bagian dari media massa tentunya memiliki fungsi dalam memberikan pesan kepada penontonnya. Sampai saat ini, film-film yang beredar tentunya memuat ide dan gagasan dari pembuatnya. Ada beberapa faktor yang dapat dikategorikan untuk menentukan tujuan dibuatnya film tersebut. Dalam hal ini, kita dapat menyebutnya sebagai perspektif.                 Seorang sutradara tentunya tidak begitu saja meninggalkan perspektif atau cara berpikirnya akan suatu hal dalam pembuatan sebuah film. Bahkan, beberapa sutradara memiliki idealisme bahwa film yang ia buat adalah representasi dari ide dan gagasan yang ia sampaikan. Dalam hal ini, kita dapat melihat bahwa pesan dari sebuah film baik eksplisit maupun implisi...