Berputar Bersama Bianglala
Hari ini penghujung bulan Juni dan semua orang membicarakan Sapardi – juga puisinya tentang hujan di bulan Juni. Hujan pun turun tepat di awal Bulan Juni. Sekarang masih bulan Juni – penyair sekaligus Sastrawan seperti Joko Pinurbo bahkan memberikan sebotol hujan untuk Sapardi. Hari ini bulan Juni – mendadak semua orang jadi penyair, dengan mengutip beberapa bait puisi karya Sapardi, suasana bulan ini jadi begitu mendayu-dayu. Hari ini bulan Juni – tetapi yang terngiang-ngiang dikepalaku bukan puisi Sapardi – sekalipun bait-baitnya berseliweran di mana-mana. Hari ini bulan Juni – dan aku pun terkenang tentang D. Zawawi Imron. Bukanlah dia yang mengatakan padaku bahwa ibunya berselendang bianglala? Bukanlah dia yang mengatakan padaku bahwa perempuan-perempuan itu memiliki saya serupa bianglala di punggungnya? Seperti juga ibuku, ibuku punya selendang yang lebar, dengan kepala-kepala bianglala terajut di atasnya. Aku duduk di atasnya bersama saudari-saudariku yang lain...