(Mungkin) Doa yang Salah
“Cepat besar ya, Nak,” “Tapi, Bu, aku ingin menjadi anak kecil terus. Selamanya,” “Kapan aku pernah memimpikan menjadi manusia dewasa?” dalam cermin berdimensi masa, aku bertanya, seolah-olah memecah kerangka waktu yang mengekang antara diriku dan seuntai masa lalu. Cermin itu bergoyang-goyang, memendarkan galaksi masa lalu yang tengah dipelintir untuk diledakkan. Di sana, di dalam cemin itu, aku melihat dengan jelas sesosok gadis kecil yang tidak pernah pandai menyisir rambutnya. Rambutnya panjang gimbal sampai ke pinggang. Ia lebih sering menguncir rambut tersebut ke belakang. Terkadang ia menggerai rambutnya. Namun, ia lebih memilih mengikatnya ke belakang karena akan sangat mereporkan jika ia harus menggerai rambut panjangnya. Gadis itu selalu memakai celana selutut. Tidak pernah mau menggunakan rok. Satu-satunya rok yang ia kenakan adalah seragam sekolah. Ia tidak suka bermain boneka. Boneka satu-satunya yang ia miliki telah rusak wajahnya karena diinjak-in...