Posts

Showing posts with the label Masa Kecil

(Mungkin) Doa yang Salah

Image
“Cepat besar ya, Nak,” “Tapi, Bu, aku ingin menjadi anak kecil terus. Selamanya,” “Kapan aku pernah memimpikan menjadi manusia dewasa?” dalam cermin berdimensi masa, aku bertanya, seolah-olah memecah kerangka waktu yang mengekang antara  diriku dan seuntai masa lalu. Cermin itu bergoyang-goyang, memendarkan galaksi masa lalu yang tengah dipelintir untuk diledakkan. Di sana, di dalam cemin itu, aku melihat dengan jelas sesosok gadis kecil yang tidak pernah pandai menyisir rambutnya. Rambutnya panjang gimbal sampai ke pinggang. Ia lebih sering menguncir rambut tersebut ke belakang. Terkadang ia menggerai rambutnya. Namun, ia lebih memilih mengikatnya ke belakang karena akan sangat mereporkan jika ia harus menggerai rambut panjangnya. Gadis itu selalu memakai celana selutut. Tidak pernah mau menggunakan rok. Satu-satunya rok yang ia kenakan adalah seragam sekolah. Ia tidak suka bermain boneka. Boneka satu-satunya yang ia miliki telah rusak wajahnya karena diinjak-in...

Bocah-Bocah yang Selalu Tertawa

Image
Aku suka melihat anak-anak kecil, yang bermain, berlarian, berkejar-kejaran sembari tertawa riang. Aku suka melihat bocah-bocah kecil yang tersenyum, tertawa menggelegak sembari mengudarakan tangannya ke langit. Aku suka kalimat-kalimat mereka yang dituturkan dengan lugas dan lugu. Menyiratkan harapan dan kehidupan. Impian-impian yang terus terurai sembari menguap ke langit. Berbicara padanya mengenai hati yang sedang mengalami lena dalam suka. Namun, sembari mendengarkan tawa mereka, ada sebait kekhawatiran yang terus meretas. Ada keluhan cemas yang terus bergulir. Apalagi ketika aku menyaksikan sorotan kedua bola mata mereka. Yang polos dan selalu berbinar-binar. Selalu terdapat ketakutan ketika melihat sorotan mata mereka. Aku takut, suatu hari nanti, kelak ketika mereka menjelma jadi manusia dewasa, sorotan mata itu akan berbeda. Hilang diterpa angin yang selalu membisu, tanpa jejak di halaman rumah yang berserakan dengan mainan-mainan yang telah kusam. Aku selal...