Posts

Bocah-Bocah yang Selalu Tertawa

Image
Aku suka melihat anak-anak kecil, yang bermain, berlarian, berkejar-kejaran sembari tertawa riang. Aku suka melihat bocah-bocah kecil yang tersenyum, tertawa menggelegak sembari mengudarakan tangannya ke langit. Aku suka kalimat-kalimat mereka yang dituturkan dengan lugas dan lugu. Menyiratkan harapan dan kehidupan. Impian-impian yang terus terurai sembari menguap ke langit. Berbicara padanya mengenai hati yang sedang mengalami lena dalam suka. Namun, sembari mendengarkan tawa mereka, ada sebait kekhawatiran yang terus meretas. Ada keluhan cemas yang terus bergulir. Apalagi ketika aku menyaksikan sorotan kedua bola mata mereka. Yang polos dan selalu berbinar-binar. Selalu terdapat ketakutan ketika melihat sorotan mata mereka. Aku takut, suatu hari nanti, kelak ketika mereka menjelma jadi manusia dewasa, sorotan mata itu akan berbeda. Hilang diterpa angin yang selalu membisu, tanpa jejak di halaman rumah yang berserakan dengan mainan-mainan yang telah kusam. Aku selal...

Cerita tentang Perempuan

Image
Buku ini menyadarkan aku bahwa sampai saat ini aku tidak pernah bebas sebagai manusia yang utuh. Buku ini mengajarkan aku betapa aku terlalu dungu dalam situasi dan lingkungan yang terus mengatur serta mendoktrin pikiranku. Buku ini telah memperlihatkan padaku – bahwa sesungguhnya seorang manusia, khususnya perempuan sejatinya memiliki pikiran yang bebas dan bebas dari doktrin pemikiran mana pun – termasuk laki-laki. Intinya, buku ini berhasil membukakan sebuah semesta yang gelap padaku, yang pada hakikatnya tanpa batas dan tidak berujung. Buku ini berhasil membuatku terperangah dan sekali lagi menyadarkan aku bahwa aku mampu mentitah diriku sendiri dengan telunjukku sendiri tanpa aturan mega ketat dari laki-laki. * Pandangan Dangkal Mengenai Seks dan Perempuan “Perempuan adalah persoalan bekas,”  Selesai membaca buku karangan Nawaal El Saadawi berjudul Perempuan dalam Budaya Patriarki, aku menyimpulkan demikian. Itu bukanlah sebuah simpulan yang rig...

Selalu Random tentang Tujuan Hidup; Aku Mesti Bernapas!

Image
via http://www.kairosblog.com Berkat ‘mereka’ aku jadi bertambah semangat sekaligus cemburu. Ada perasaan iri ketika mereka mulai berani merangkak, bahkan berlari, menemunkan jalan setapak, dan menyusurinya dengan tanpa halangan. Berkat mereka, aku pun terus merenungi segalanya. Berkat mereka, rasa cemburuku terus dicambuk kuat, meninggalkan bekas-bekas merah. Seperti seorang masokis, aku menikmati rasa sakit atas kecemburuanku dan menagihnya dalam jumlah yang banyak. Oke, aku semakin melantur karena memakai perumpamaan, perandaian, analogi cabul, dan sesuatu hal yang awalnya melekat pada hal-hal berbau seksualitas. Aku sebenarnya hanya ingin menceritakan, menjelaskan, dan menunjukkan bahwa sekarang keyakinanku semakin bertambah. Aku Cuma pengin nulis kalau aku masih acak soal tujuan hidup, aku musti bernapas. Kalau tidak aku bisa mati. Persoalannya adalah, udara apa yang harus aku hirup untuk memenuhi rongga-rongga yang lapuk dan sering terkontaminasi asap rokok....

Obrolan Para Kaum

                Akibat secara asal menambah teman di facebook. Berandaku sekarang jadi lebih variatif. Bukan hanya menceritakan tentang kegalauan, kegundahan, kebahagiaan atau sekedar meng- update apa yang baru saja dirasakan. Secara asal aku menambah teman yang sebenarnya tidak aku kenal. Dia ada yang seorang penulis, ada yang seorang jurnalis, ada yang aktivis, ada yang musisi, ada yang editor, ada yang seorang sosiolog, ada yang seniman, ada segolongan manusia garis keras, ada juga waria, beberapa gay, lesbian, penjual buku-buku, golongan orang-orang kritis dan pendobrak, ah – ada banyak teman baru yang sesungguhnya tidak aku kenal yang sering bermunculan di beranda facebook.              Namun, aku kebanyakan menambah orang-orang yang suka menulis. Dengan asal, meng-add mereka yang seorang penulis. Dan ternyata para penulis-penulis yang aku ad...