Posts

[Review Film] Breakfast with Scot: Realitas "Penyimpangan" yang Berpadu Jadi Satu

Image
Judul : Breakfast with Scot Sutradara : Laurie Lynd Produser : Paul Brown, Howard Rosenman, Nadine Schiff Penulis : Sean Reycraft dan Michael Downing (Novelis) Pemain : Thomas Cavanagh, Ben Shenkman, Noah Bernett Sinematografi        : David A. Makin Durasi : 95 menit Tahun Rilis           : 2007 Film ini penuh dengan realitas dan mengajarkan kepada saya tentang ketulusan menerima dan menyayangi. Jujur saja, film bertema homoseksual ini menyodorkan sesuatu yang baru (walaupun bukan film baru) dan lain daripada film bertema sama yang biasanya hanya menghadirkan sisi “roman picisan” saja. Film ini juga penuh roman picisan sih kalau boleh saya bilang. Cinta antara manusia – sesama manusia. Sesederhana itu. Bagaimana kemudian para tokoh-tokohnya menerima sesamanya dengan baik dan mencintainya dengan tu...

[Resensi] Mencari Pasangan Hidup melalui Dunia Maya

Image
Judul Buku      : Bride Wannabe Penulis             : Christina Juzwar Penerbit           : Bentang Pustaka Cetakan           : I, September 2014 Tebal               : vi + 310 hlm ISBN               : 978-602-291-043-5             Menikah tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun, menuju pelaminan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Menjalin hubungan dengan lawan jenis selama bertahun-tahun pun belum tentu berujung pada pernikahan. Ada banyak kisah kegagalan yang dialami oleh banyak orang ketika berkeinginan untuk menikah. Ada pula orang-orang yang tidak kunjung menemukan pasangan hidup dan mel...

Sebelum Berumah dalam Rahim

Image
via http://www.thebeautifulengland.com/wp-content/uploads/2013/01/Beautiful-homes-in-England-7.jpg Bendera putih yang diikat pada sebilah bambu itu dipancangkan di depan rumah, menghiasi gerbang yang kini terbuka lebar. Tidak seperti biasanya yang terkunci erat bersamaan dengan gembok yang mulai berkarat. Kali ini, gerbang dibuka lebar, menerima para tamu yang meluangkan waktu untuk mengucap bela sungkawa.  Orang-orang kemudian berkata; dengan bunyi-bunyian menghibur bahwa kematian adalah takdir. Setiap orang yang datang akan pergi, setiap yang pergi akan kembali, begitulah mereka berucap. Pada catatan Tuhan yang Manunggal, telah termanuskrip dengan baik skrip yang harus dijalani oleh tiap manusia. Jauh sebelum manusia lahir, Allah telah menuliskan takdir setiap umatnya yang lahir ke dunia tanpa terkecuali. Setiap yang lahir akan hidup dan  berjuang – entah lebih banyak berduka atau bersuka cita.  Hanya satu hal yang kemudian bergeliat dalam benakku, t...

Manusia Lemah

Aku pikir aku dapat melakukan segalanya dengan usahaku sendiri. Tapi ternyata aku salah. Ada banyak hal yang tidak bisa kulakukan. Lebih khususnya lagi, ada banyak hal sebagai perempuan yang tidak bisa kulakukan. Aku pikir, aku adalah tipe perempuan yang mandiri – tipikal orang yang mampu melakukan segala sesuatu sendiri. Aku jelas salah. Sekalipun aku mengharapkan bisa melakukan hal itu. Ternyata, semandiri-mandirinya aku. Aku tetap memiliki batas. Ada (banyak) hal-hal yang tidak bisa kulakukan sendiri Seperti misalnya, memperbaiki motor. Aku pernah mempelajari seluk-belum motor biar memahami dengan benar apa yang harus kulakukan jika suatu saat nanti ada hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi. Namun, mau berusaha mandiri dan kepengen bisa apapun. Aku tetap punya batas. Hari ini, setelah siaran di RRI untuk promo buku, motorku mogok. Lucunya, motor itu tidak tiba-tiba berhenti (mogok) ketika sedang melaju. Motor itu tiba-tiba saja tidak bisa dinyalakan setelah diparkirka...

Catatan tentang Semester Empat

Setelah melihat nilai terakhir yang keluar di semester empat ini, hati rasanya langsung lega. Akhirnya saya menyelesaikan semester empat dengan tuntas; dengan kata lain tidak ada yang mengulang. Sangat plong rasanya ketika semester empat resmi usai dengan predikat “usai”. Terlepas dari “keberhasilan” saya menyelesaikan semester ini, ada banyak hal yang saya pelajari dari semester empat. Saya menyebut satu semester ini dengan fase yang paling mengerikan (saat ini) selama saya berkuliah. Saya tidak pernah benar-benar mengalami rasa yang teramat insecure dalam menghadapi perkuliahan. Selama ini saya tergolong (sangat) santai dan mengerjakan seluruh tugas dengan (amat) santai pula. Namun, semester ini, (walaupun saya tetap santai) benar-benar sebuah perjuangan. Ada banyak hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran. Semester ini benar-benar fase berdarah-darah. Saya mungkin terdengar berlebihan. Tapi percayalah, untuk melalui semester ini, saya tidak bisa sesantai semester kemarin. ...

Simbah dan Lebaran

Lebaran ini adalah kali keduapuluh – atau mungkin yang kesembilanbelas (saya tidak ingat apakah dulu waktu masih berwujud bayi merah, saya pernah diboyong pulang kampung bersama ibuk) saya mudik ke kampung halaman ibuk di Wonosobo. Di sana, kami mengunjungi kerabat-kerabat Ibuk, dan tidak lupa – sungkem sama Simbah Putri yang biasa saya panggil Mbah Pur. Seperti biasanya, perjalanan Magelang-Wonosobo di Hari Raya selalu pekat tidak terkendali. Celah-celah sempit hanya mampu disisipi motor-motor yang sedikit bengal karena ingin cepat sampai tujuan. Butuh waktu sekitar tiga jam lebih – lebih lama satu jam dari hari biasanya untuk sampai ke Wonosobo. Sesampainya di sana, lagi-lagi seperti biasa, kami ngobrol (sangat) sebentar dan langsung tertidur pulas karena kecapekan. Di sana, saya dan keluarga hanya menginap satu hari saja. Dan bicara soal kuantitas waktu, saya sangat menyayangkan karena tidak (pernah) bisa ngobrol dengan Simbah saat mudik. Saudara saya ada yang lena dengan g...

Perempuan (Tidak) Harus Sekolah Tinggi-Tinggi

Image
Bicara tentang sekolah atau biasa disebut melanjutkan studi adalah salah satu hal yang saya inginkan. Jujur, saya ingin melanjutkan studi saya sampai S3. Selepas S1 nanti saya ingin bekerja tetapi juga ingin langsung melanjutkan S2. Intinya, semangat saya untuk terus belajar selalu membuncah.  Walaupun, sebetulnya proses belajar tidak harus berada di dalam sebuah institusi pendidikan. Namun, saya pribadi kepingin belajar dalam sebuah institusi pendidikan sekaligus lingkungan sosial. Saya ingin belajar di mana saja dan kalau bisa (terus) melanjutkan studi. Saya sendiri tidak benar-benar tahu apa yang saya cita-citakan. Untuk saat ini, saya hanya kepingin belajar dan meneruskan studi. Namun, belakangan ini, teman-teman (perempuan) saya seolah-olah memberikan nasihat untuk “tidak perlu” sekolah tinggi-tinggi. Atau, kalau pun mau lanjut S2 atau S3 harus menikah dulu. Alasannya sederhana, kalau seorang perempuan terlanjur memiliki pendidikan yang sedemikian tinggi – laki-laki p...